Siapa Berani Hire Indian Maids?
Friday, October 19, 2007
Berita pagi ini cukup mengesankan dan pasti akan membuat para majikan Malaysia geleng-geleng kepala: "Costly to hire Indian maids". Bereaksi terhadap dibukanya 'keran impor' PRT dari India, Nepal, Laos dan Vietnam setelah turunnya jumlah PRT dari Indonesia, Indian High Commission (ekuivalen dengan konsuler) menetapkan gaji minimum untuk PRT dari India sebesar RM 1400... itu minimum lho, belum lagi ditambah persyaratan lainnya seperti deposit sejumlah RM 9000, asuransi sudden death RM 20.000, prepaid mobile phone dan nggak boleh pakai agen -- employer harus datang ke India dan hire langsung dari sana tanpa bantuan siapa pun kecuali Indian High Commission yang mengatur kontraknya...
Coba bandingkan dengan yang diterima PRT asal Indonesia --- RM 400 saja, itupun banyak yang terima kurang dari itu... Seringkali gaji ditahan majikan mereka sampai mereka selesai kontrak... Dalam banyak kasus gaji 6 bulan pertama hanya untuk membayar agen alias mereka digratisin selama setengah tahun... Belum lagi kerja yang mesti mereka lakukan long hours tanpa mengindahkan peraturan resmi dari pemerintah sini... tak ada cuti, sering tak diperbolehkan komunikasi dengan teman-teman mereka sekalipun yang bersebelahan. Tak terhitung lagi siksaan mental dan fisik yang mesti mereka tahan...
Mestinya para majikan ini 'mensyukuri' apa yang sudah mereka dapat... bayar gaji PRT Indonesia murah meriah dan non stop lagi kerjanya nggak pernah berani mengeluh atau melawan... But I doubt it kalau liat watak mereka...
Salut kepada pemerintah India yang pasang badan melindungi warganya yang rela bekerja kasar di luar negera... Kenapa pemerintah kita nggak bisa ya? Malah menindak agen-agen TKI yang nggak beres kerjanya pun juga nggak becus... Memberantas pemerasan TKI di bandara Cengkareng pun hanya berhasil pas ada sidak (yang bukan mendadak karena semua orang udah tahu....)... Bereaksi terhadap penyiksaan serta kekerasan terhadap TKI pun terkesan ogah-ogahan... Sampai kapan ya...???? &%6^#@*!^@#,,,.....
Saya sangat setuju dengan tulisan anda. Seharusnya para majikan di Malaysia bersyukur bisa memilih pembantu dari Indonesia. Pembantu dari Indonesia lebih disukai karena bahasa indonesia yang mirip dengan bahasa melayu. Tapi aneh sekali cara mereka menghargai pembantu indonesia.
Pemerintah indonesia bukannya tanpa salah. Seharusnya ikut aktif baik di dalam maupun luar negeri untuk melindungi para pahlawan devisa kita ini. Coba search "maid in malaysia" di youtube sebagai bahan tambahan.