Indonesian? No more boss lah....
Saturday, August 11, 2007
Sudah sejak beberapa hari ini aku aktif cari mobil buat ganti mobil lamaku. Kemarin aku liat ada yang pas gambarannya di iklan dengan yang aku inginkan. Aku call lah si empunya. Kira-kira seingatku seperti inilah percakapanku dengan yang di seberang telepon.
"Good morning, I am calling regarding the car that you advertised today on the paper. Do you still have it?"
"Yes, boss. What do you want to know?"
"How many kilometers this car has run?"
"Wait, boss.... ok, it's 54,000 kms, boss.... Very good condition, boss."
"Are you individual or dealer?"
"Used car seller, boss."
"Where are you located?"
"Bandar Baru, boss..."
"Where is it?"
"Do you know Ampang, boss? Not far from there. Where do you live, boss? Are you Malay?"
"No, I am Indonesian."
"Oh, Indonesian... Ok you come here lah... It's not far from Ampang Point. Call me when you are near..."
"Ok I will... thanks."
"Thank you."
Notice nggak apa yang berubah cukup drastis dalam percakapan di atas? Biasanya aku nggak sesensitif ini.... entah kenapa kemarin aku jadi peka sekali...
Di sini gampang sekali untuk jadi boss. Belum apa-apa si Chinese penjual mobil ini sudah panggil aku boss. Tapi itu berhenti begitu aku dengan bangganya declare keIndonesianku... langsung dia berhenti panggil boss... Nadanya tetap sopan, hanya kata-kata 'boss' yang diobral tadi nggak kedengeran lagi...
Mungkin hanya aku yang terlalu sensi kemarin... tapi this kind of thing happens... Keliatannya masih aneh 'kali buat sebagian orang lokal sini untuk mengasosiasikan orang Indonesia dengan boss. Terlampau banyak pekerja kasar serta maid dari Indonesia (all due respects for them....) di sini membuat orang-orang lokal seperti penjual mobil terpakai (kalo di Indonesia artinya jadi 'mobil yang nggak sengaja dipakai...') tadi susah membayangkan orang Indonesia jadi boss. Mereka tak pernah berhubungan dengan orang-orang Indonesia boleh jadi boss di beberapa perusahaan seperti Petronas, Hess, dll...
It's a matter of mind set yang dibangun dari interaksi sehari-hari mereka... Dan tentu saja nggak semua orang seperti itu.... mungkin hanya segelintir saja, aku nggak pernah perhatiin selama ini.... Tak ada gunanya upset dengan kenyataan seperti ini. Tapi perlu untuk memberi kita alert bahwa di sebagian masyarakat lokal di sini kata-kata 'Indonesia' dan 'boss' itu nggak bisa get along very well di mata mereka... It's a matter of time kita akan liat apakah hal ini jadi lebih parah atau beralih normal...